Tak Menyerah, Mahasiswa Unima Kembali Aksi Solidaritas Untuk Picuan


TONDANO – Tragedi yang terjadi di desa Picuan Lama kecamatan Motoling Timur sangat memilukan hati masyarakat Minahasa Selatan. Sejumlah gelombang aksi solidaritas terjadi di kampus Unima Tondano oleh mahasiswa Minahasa Selatan berkali-kali digelar untuk mengajak civitas akademika Unima agar peduli terhadap kejadian tersebut.
Sikap yang tidak ingin menyerah dari mahasiswa Minahasa Selatan ini tercermin dari digelarnya aksi untuk kesekian kalinya. Barisan yang bernaung di bawah Aliansi Mahasiswa Peduli Minahasa Selatan ini kembali turun ke jalan menggelar aksi damai di depan gerbang utama kampus Unima. Aliansi ini adalah gabungan dari LMND Minahasa, Ikatan Mahasiswa Unima Minahasa Selatan (Imaminsel), dan Kerukunan Mahasiswa Lolombulan dan Ranoyapo (Kemalora). Aksi ini digelar pada kamis (03/5) pukul 10.00 sampai 16.00 WITA. Ini merupakan lanjutan dari aksi yang digelar beberapa kali sebelumnya.
Saat di hubungi Unima_Cyber, koordinator Aliansi, Satriano Pangkey menjelaskan bahwa bahwa mereka akan melakukan serangkaian aksi untuk meyakinkan Civitas Akademia Unima dari Minahasa Selatan untuk dapat sama-sama terlibat dalam permasalahan di Motoling timur sampai mereka akan membawa aspirasi ini ke DPRD Minsel. “kami akan melakukan serangkaian aksi untuk untuk meyakinkan Civitas Akademia Unima dari Minahasa Selatan untuk dapat sama-sama terlibat dalam permasalahan di Motoling timur sampai mereka akan membawa aspirasi ini ke DPRD Minsel” ujar Pangkey.
Tuntutan massa aksi ini tetap seperti sebelumnya yaitu menuntut pemerintah Minahasa Selatan bersikap serius dalam menangani kasus Picuan Lama dan pertambangan di Motoling Timur, mengecam tindakan kekerasan Polisi terhadap masyarakat Picuan Lama, dan menolak perusahaan tambang asing PT. SEJ, Tbk.

Laporan oleh: Jonathan Worotitjan




Posting Komentar

0 Komentar