Mahasiswa FBS Tak Gentar Guncang Kantor Pusat Unima


TONDANO – Kamis (03/5) siang enam puluhan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni guncang kantor pusat Unima. Mereka menyuarakan segala permasalahan yang terjadi di FBS secara khusus maupun di Unima secara umum. Demonstrasi ini dipimpin langsung oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FBS Unima beserta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FBS Unima serta berbagai elemen kemahasiswaan di FBS dengan koordinator lapangan Gempita Tamaka, ketua DPM FBS serta orator utama Agrendy Saselah, ketua BEM FBS.
Mahasiswa FBS ini datang ke kantor pusat Unima untuk menyuarakan aspirasi mahasiswa dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa FBS dan Unima pada umumnya serta turut mengkritisi masalah pendidikan nasional. Isu yang mereka sampaikan adalah penolakan terhadap Rancangan Undang-undang (RUU) Perguruan Tinggi, dana Pekan Kreativitas Mahasiswa 2011 yang belum ada kejelasan, serta disiplin birokrasi yang ada di FBS.
Dalam orasi politiknya, ketua BEM FBS Agrendy Saselah mnegatakan bahwa RUU PT tidak beda jauh dengan BHP yang sama-sama memberikan kesenjangan terhadap pendidikan antara mahasiswa yang mampu dan kurang mampu” tegasnya. Saselah juga mengatakan bahwa RUU PT ini harus ditolak tegas. “ini adalah bentuk privatisasi perguruang tinggi dan harus ditolak dengan tegas.”
Terkait masalah dana PKM 2011, massa aksi menuntut agar rektorat segera mencairkan dana tersebut karena sudah terkatung-katung tidak jelas selama hampir setahun. PKM 2011 yang digelar pada Agustus 2011 lalu dananya belum cair sampai saat ini, padahal panitia sudah berusaha untuk segera ada pencairan dana kegiatan tersebut.
Mahasiswa FBS juga memprotes disiplin birokrasi yang ada di FBS. Menurut mereka oknum Kepala Subbagian (Kasubag) Kemahasiswaan FBS memperlakukan mahasiswa secara tidak pantas. Tindakan oknum Kasubag Kemahasiswaan yang pernah merobek-robek berkas mahasiswa waktu lalu ini merupakan tindakan tidak terpuji. “Ini akan berdampak buruk bagi nama baik FBS dan juga Unima kedepan” tegas Saselah yang dihubungi Unima_Cyber.
Aksi ini disambut baik oleh rektor Unima Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA. Rektor Unima menanggapi persoalan RUU PT. menurut Tuerah “kami akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa terkait RUU PT ke pusat.” Rektor Unima juga mengatakan bahwa pencairan dana PKM akan dilakukan Rabu minggu depan (11/5). Dan untuk masalah yang dilakukan oleh Kasubag Kemahasiswaan FBS, rektor Unima langsung menindak dengan memberikan pembinaan secara tegas pada Kasubag Kemahasiswaan FBS.
Aksi demonstrasi ini berlangsung tertib dan aman. Mahasiswa demonstran membubarkan diri dengan tertib seusai menyuarakan aspirasi mahasiswa FBS dan Unima. Mereka terlihat puas dengan sambutan baik serta apresiasi dari rektor Unima terhadap aksi demonstrasi ini.

Laporang oleh: Leon Manua



Posting Komentar

0 Komentar