Setelah sukses menggelar aksi yang pertama di lingkungan Fakultas dan aksi kedua di depan gedung Perpustakaan Unima, mahasiswa Unima dari Minahasa Selatan kembali
menyatakan solidaritas dan kepedulian mereka lewat aksi kampanye di sekitaran
kampus Unima Tondano. Barisan aksi mulai kegiatan mereka pada Jumat (27/4) Pukul 9.00 sampai Pukul 15.00. Aksi yang bearaliansi
dari Liga Mahasiswa Nasional untuk demokrasi (LMND) Minahasa, Ikatan Mahasiswa
Unima Minsel (Imaminsel) dan Kerukunan Mahasiswa Lolombulan dan Ranoiapo (Kemalora), mendapat simpatisan besar dari seluruh Civitas Akademika Unima.
Bertempat di depan pintu gerbang
utama kampus Unima Tondano, barisan aksi berjumlah 50 mahasiswa ini melakukan
kampanye lewat pengumpulan tanda-tangan dari seluruh civitas akademika sebagai bentuk
kepedulian terhadap tragedi Picuan Lama dan sebagai aksi penolakan perusahaan
tambang emas asing di Minahasa Selatan.
Mereka menyuarakan
tuntutan yaitu:
- Mengecam aksi Anarkis Aparat Kepolisian.
- Menuntut Pemerintah Minahasa Selatan mencabut SK PT.SEJ.
- Menuntut anggota DPRD Minsel mengambil sikap politis dalam kejadian di Motoling Timur.
- Menuntut Penutupan PT.SEJ di Kecamatan Motoling timur.
- Lasankan Pasal 33 UUD 1945.
Aksi yang dikoordinator oleh Evra Sorongan Mahasiswa FIK asal Tompaso Baru menjelaskan bahwa “ini sebagai ungkapan kekecawaan terhadap aparat dan pemerintah, yang seharusnya melindungi, mengayomi dan mensejahterakan rakyat malahan menindas rakyat.”
Ketua LMND
Komisariat Unima Cliff Pratasis menambahkan “Seharusnya pemerintah melihat pasal 33 UUD
1945 sebagai landasan perekonomian, saat ini pemerintah melihat Modal asing
selaku penyelamat ekonomi daerah dan nasional. untuk itu kami mendesak
pemerintah harus menjalankan Pasal 33 UUD 1945.” tegas Clif Pratasis.Sekretaris LMND Sulut Evan Taarai menambahkan bahwa “Aksi ini sebagai solidaritas mahasiswa untuk masyarakat di sekitar tambang PT.SEJ, serta kami akan melakukan aksi serupa di Minahas Selatan beberapa hari kedepan.”
Barisan aksi ini di amankan langsung oleh Polres Minahasa serta beberapa aparat Intelejen Kodim Minahasa berlangsung aman dan tertib sampai berakhirnya.
Laporan oleh: Jonathan Worotitjan


0 Komentar