Harga BBM Naik; April Mop

Harga BBM Naik; April Mop

Oleh: Onky Leonardo Manua

Kisruh Pemerintahan Indonesia terlihat saat Presiden SBY melempar masalah kenaikan harga BBM ke DPR-RI. Dalam rapat paripurna DPR-RI Jumat, 30 Maret yang dimulai pukul 9.00 harus berakhir panjang pada Sabtu, 31 Maret pukul 1.00 dini hari. Intrik dan dramatisasi politikpun sangat tampak.


Dalam analisis saya, Pemerintah dalam hal ini Presiden tidak akan mungkin menaikan harga BBM. Partai koalisi yang tidak mengerti jalan pikir SBY ini seperti PKS mulai siap untuk dikeluarkan dari koalisi. Mengapa saya mengatakan SBY tidak mungkin menaikan harga BBM? yang pertama adalah kondisi global yang memang memaksa Indonesia untuk mengikuti harga minyak dunia. Sebenarnya hal ini sangat berpengaruh bagi harga minyak Indonesia, tapi pengaruh itu bisa dikurangi oleh beberapa cara seperti beberapa pertimbangan dari partai yang menolak kenaikan harga BBM.

Namun kondisi ekonomi sebenarnya hanya sebagai tumbal dari permainan politik SBY. Partai Demokrat yang sedang dalam kehancuran harus mengalami kenyataan bahwa citra partainya dimata rakyat sudah hancur. Dalam rangka membangun citra inilah SBY mengeluarkan isu untuk menaikan harga BBM. Namun beberapa partai tidak bodoh dalam menyikapi isu ini yang sebenarnya isu ini hanya untuk mengaburkan atau mengalihkan perhatian masyarakat Indonesia dari kasus-kasus Partai Demokrat mulai dari kasus Nazarudin, Anggelina Sondakh, Kasus Badan Anggaran DPR-RI yang secara langsung kasus-kasus ini menyerang Partai Demokrat secara hebat.



Partai-partai yang tidak mau kalah lagi pencitraannya adalah Partai Golkar dan PKS. Partai Golkar dalam pengambilan keputusannya akhirnya memutuskan untuk menolak kenaikan harga BBM yang pada awalnya menerima karena tekanan koalisi dengan Partai Demokrat. Langkah yang diambil Partai Golkar ini cukup nekat. Pasalnya Partai Golkar seakan-akan mengikuti langkah PKS yang menyerang koalisi dengan menyatakan sikap untuk menolak kenaikan hrga BBM. PKS mengambil langkah tersebut karena ingin menang dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang mengusung calonnya Fauzi Bowo. Politik seperti inilah yang sedang dimainkan oleh para elit politik kita yang mempermainkan harga BBM.


Partai oposisipun tidak kalah pencitraannya. Masih untuk merebut hati rakyat, PDI-P menyerukan penolakan harga BBM. Untuk apa? jelas tentu saja agar masyarakat bisa melihat sikap konsisten PDI-P yang tetap oposisi terhadap partai penguasa dn koalisinya. Lagi-lagi ini digunakan PDI-P untuk mendongkrat citranya untuk menang pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang mencalonkan Joko Widodo. PDI-P menolak kenaikan harga BBM agar masyarakat menilai bahwa PDI-P selalu berpihak pada rakyat kecil.


Inilah April mop yang rakyat alami. Puluhan ribu demonstran mengepung kota-kota besar diselurah Indonesia, Ribuan luka parah, dan menelan korban jiwa. Seperti inilah permainan elit politik yang memakan tumbal hanya untuk April mop dan pencitraan partainya.


Semoga rakyat bisa jeli melihat permasalahan politik. Karena apapun hal vital yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu dikuasai oleh asing dan dipergunakan untuk pencitraan partai politik untuk menang pemilihan umum.

Posting Komentar

0 Komentar