TOKOH: Gottfried Wilhelm von Leibniz

Tokoh ini terlahir di Kota Leipzig, Sachasen pada 1 Juli 1646 (menurut kalender Julian) atau 14 November 1716. Dia adalah keturunan Sorbia dan berasal dari Sachazen. Masa kelahirannya yang terjadi pada 2 tahun sebelum polemik antara Katolik dan Protestan di Jerman usai. Polemik ini ternyata sangat membekas di hatinya dan beropengaruh pada kecenderungan intelektualnya dikemudian hari. Kecenderungan tersebut adalah menyelaraskan ajaran Katolik dan Protestan dan juga memadukan antara iman dan ilmu.
Skor IQ-nya 205, karena itu dia termasuk di atas genius. Seorang filsuf Jerman ini terkenal dengan paham Theodicee bahwa manusia hidup dalam dunia yang sebaik mungkin karena dunia diciptakan oleh Tuhan Yang Sempurna. Orang tuanya, terutama ayahnya, Friedrich Leibniz, sudah sejak awal membangkitkan rasa ketertarikannya terhadap masalah-masalah yuridis dan falsafi. Dukungan semacam inilah yang dibutuhkan anak dari kedua organ tuanya untuk dapat menyalurkan kemampuan yang dimilikinya. Ayahnya merupakan seorang ahli hukum dan professor dalam bidang etika dan ibunya adalah putrid seorang ahli hukum pula. Dengan latar pendidikan orangtua yang tinggi tersebut, Leibniz mendapatkan dukungan lebih untuk mengembangkan dirinya. Leibniz telah belajar bahasa Yunani dan bahasa Latin pada usia 8 tahun berkat kumpulan buku-buku ayahnya yang luas. Pada usia 12 tahun, ia telah mengembangkan beberapa hipotesis logika yang menjadi bahasa symbol matematika.
Tokoh ini selanjutnya melewati pendidikannya di Universitas Leipzig dan menjalani kuliah filsafat pada Johann Adam Schertzer (seorang ahli filsafat) dan teoretikus filsafat Jakob Thomasius. Selanjutnya, dia pindah ke Universitas Jena. Dia belajar pada Erhard Wiegel untuk mendalami ilmu phytagoras. Di usianya yang sangat muda, yaitu 20 tahun, dia telah meraih gelar doctor dalam bidang hukum. Selanjutnya, Leibniz pergi ke Nurnberg untuk belajr di Universitas Altdorf.
Selanjutnya, dia mengenyam pendidikan di bidang hukum dan filsafat. Dia berperan penting dalam dunia politik Eropa pada abad XVII. Dia menemukan kalkulus dari Newton dan menemukan sistem biner. Dialah yang menemukan lapisan tak sadar manusia ilmu psikologi, jauh sebelum Freud (tokoh psikologi) mempublikasikan teori psikoanalisisnya. Dia juga yang pertama kali menyerukan hukum kekekalan energi dalam fisika.

Posting Komentar

0 Komentar