PUISI: Di Kota

Karya Iswan Sual

Di kota sumpek.
Buatku rindu kampung
Dimana aku minum gratis
Dimana aku makan tak membayar.

Di kota muda-mudi
Saling meniduri.
Bebas.
Tapi harus bayar kadang-kadang.
Membuatku enggan pulang
Tercelah sedikit
Tersebar lekas-lekas.

Di kota orang bak kuda liar
Pergi ke padang lapang
Bebas makan sesuka hati
Bebas bersenggama dengan betina mana saja
Tak pandang tempat.
Indukku tak marah
Dia berkata: “beranak pinaklah
Perbanyak kawanan
Itu urusanmu”.

Namun di kota ini aku hampir mati
Pantai sudah ditimbun
Hilang mata pencaharianku
Tlah dibangun Mall
Untuk kuda-kuda liar
Milik konglomerat.

Aku pulang saja
Berada di tengah kuda dan sapi jinak.

Mereka terganggu.
Kuda tua..kuda muda ku rayu
Mereka suka gayaku
Seperti selebriti yang juga liar
Hari ini kawin
Besok cerai
Mencari kepuasan badania
Berpetualang mencari
Kuda liar lainnya yang binal dan tahan

Kata mereka padaku
“Hey kamu, sekolah tinggi
Tapi moralmu di pantat! Kuda cabul!
Enyah dari padang kami!

Terdesak aku.
 Kuda dan lembuh muda desa di belakangku.
“Mari kita lawan bersama. Mereka  itu kuno! Dasar tua bangka”.

Posting Komentar

0 Komentar