TONDANO – Dibalik aksi demonstrasi massa dan mahasiswa di berbagai
daerah, Presiden RI Susilo Bambang Yodhoyono bersama Ibu negara Ani Yudhoyono
menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Ke-2 Keamanan Nuklir di Seoul Korea
Selatan. “Hari ketiga di Seoul, Selasa (27/3)
pagi, Presiden SBY akan menghadiri acara puncak KTT ke-2 Keamanan Nuklir di
COEX, Seoul, Korea Selatan. KTT kali ini mengambil tema ‘Upaya National dan Kerja Sama
Internasional untuk Meningkatkan Kemanan Nuklir, Termasuk Komitmennya di Masa
Depan’.” Tulis situs resmi Presiden RI.
“Pada
acara tersebut, Presiden
SBY bersama seluruh pemimpin negara dan organisasi internasional mendiskusikan
secara mendalam kerja sama nasional dan internasional melawan terorismen nuklir
yang kedepannya dapat menjadi ancaman serius bagi keamanan internasional.” Ungkap situs resmi Presiden RI.
Selain itu, Ibu negara yang juga ikut bersama dengan Presiden
tak lepas dari jamuan makan siang bersama dengan seluruh Ibu negara yang ikut
dalam KTT tersebut di Istana Kepresidenan Korea Selatan Cheong Wa Dae
atau the Blue House. “Ibu Ani
mengenakan baju berwarna oranye cerah dan kain batik sebagai padanannya.” Ungkap situs resmi Presiden RI. Sebelum
santap siang bersama, Ibu Ani juga mengikuti rangkaian spouse program lainnya,
yaitu mengunjungi Museum Nasional Korea Selatan sekaligus menyaksikan kesenian
tradisional Korea. Malam nanti, Ibu Ani akan mendampingi Presiden SBY
menghadiri Gala Dinner atau jamuan santap malam bersama di Hotel Shilla, Seoul.
Hal tersebut kontras dengan kondisi negara. Situs resmi
kepresidenan tidak memuat tentang kondisi negara yang seharusnya menjadi
perhatian Presiden. Demonstrasi massa di depan gedung DPR-RI sempat terjadi
aksi pembukaan pintu gerbang secara paksa oleh demonstran dan kemudian
demonstran membubarkan diri dengan tertib karena mengetahui bahwa rapat
paripurna DPR-RI nanti akan dilangsungkan pada Kamis (29/3). Orator dan koorlap
aksi mengatakan bahwa akan datang dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi
pada kamis depan.
Sementara itu aksi demo di Makassar berlangsung ricuh.
Mahasiswa UNM sempat terlibat aksi lempar batu dengan aparat Polisi. TNI yang mencoba
mengamankan kemudian ditolak oleh demonstran karena menurut mereka ini bukan
urusan TNI. Dan TNI menuruti keinginan demonstran.
Gambaran ricuhnya
negara ditanggapi santai oleh Presiden yang seakan tidak mau tahu. Dengan kemauan
rakyatnya. Dalam rapat kabinet Kamis 22 Februari lalu yang membahas tentang subsidi
langsung akibat naiknya BBM di Kantor Presiden, SBY mengungkapkan bahwa “Kalau kita akan mengalami kesulitan atau kantung kita agak
kempes, biarkan yang kempes itu adalah negara, jangan rakyat miskin. Jangan.”
Laporan oleh: Leon Manua

0 Komentar