Mahasiswa Unima Duduki Gedung Grahadi Surabaya


Massa LMND (paling depan: John Sual)
SURABAYA - Puluhan massa dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jawa Timur berhasil menduduki Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/3/2012) pukul 14.30 WIB. Massa menolak rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM per 1 April nanti. Aksi ini dikawal aparat kepolisian Polda Jawa Timur namun kecolongan sehingga massa berhasil masuk dan menduduki gedung Grahadi. Massa LMND menduduki gedung Grahadi sambil berorasi dan menyampaikan tuntutan mereka di bawah tiang bendera.

Mahasiswa Unima yang mengikuti pendidikan politik di Surabaya bergabung bersama dengan puluhan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di bawah panji LMND dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) melakukan aksi yang dimulai dari sekretariat organisasi sampai di depan gedung Grahadi. Mereka adalah Iswadi Sual, Alvons Maanan, Satriano Pangkey dan John Sual.

“Aksi kami ini merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah SBY-Boediono yang ingin menaikan harga BBM pada 1 April nanti yang dengan jelas merupakan tanda kebobrokan dari pemerintahannya dan ini juga merupakan penindasan terhadap rakyat” ucap Satriano Pangkey. Alvons Maanan juga mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap negara ini yang semakin menindas rakyat lewat program-program yang tidak pro rakyat. "Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan kami terhadap negara ini yang semakin menindas rakyat lewat program-program yang tidak pro rakyat" ungkap Maanan.

Dihubungi Unima_Cyber via ponsel, John Sual menjelaskan bahwa kegiatan pendidikan politik telah selesai dan akan segera kembali ke kampus tercinta Unima setelah aksi selesai. “Pendidikan di sini so klar, torang so mo pulang karena so nda ada urusan lagi disini” ujar John.



Gedung Grahadi sendiri dibangun tahun 1795 pada masa berkuasanya Residen Dirk Van Hogendorps (1794-1798). Pada mulanya gedung ini menghadap ke Kalimas di sebelah utara, sehingga pada sore hari penghuninya sambil minum-minum teh dapat melihat perahu-perahu yang menelusuri kali tersebut. Perahu-perahu itu juga dimanfaatkan sebagai sarana transportasi, mereka datang dan pergi dengan naik perahu. Pada tahun 1802 gedung ini diubah letaknya menghadap ke selatan seperti terlihat sekarang. Kini difungsikan sebagai rumah dinas Gubernur Jawa Timur.



Laporan oleh: Jonathan Worotitjan

Posting Komentar

0 Komentar