LOTULUNG: Saya Curiga Dia Hanya Cari Sensasi

Ronald Lotulung (Ketua BEM FIP Unima)

"Tidak setuju dengan adanya DPM Unima saat ini. Hal ini dianggap liar karena pemilihan tidak dilakukan secara terbuka. Bahkan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Siapa yang memilih dan mekanisme pemilihannya seperti apa? PGSD adalah program studi terbesar di Unima tapi tidak menerima pemberitahuan untuk pemilihan tersebut" – Sujatmo Herendoli


TOMOHON – Pendapat Ketua Himapro PGSD Sujatmo Herendoli tentang pemilihan DPM Unima di FIP pada Unima_Cyber rabu (07/03) lalu mendapat kritik keras dari beberapa mahasiswa FIP. Herendoli memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan pemilihan DPM Unima untuk FIP yang tidak disetujuinya karena pemilihan tidak dilakukan secara terbuka bahkan tidak ada sosialisasi sebelumnya. Herendoli juga mengatakan bahwa tidak ada mahasiswa PGSD yang turut serta dalam pemilihan tersebut.

Pendapat Herendoli langsung dikritisi oleh mantan anggota KPRM Unima utusan FIP Frengky Bawotong. Menurut Bawotong “Saya rajin sosialisasi di kampus karena tanggungjawab saya sebagai anggota KPRM Unima utusan FIP. Bahkan semua calon anggota DPM yang mendaftar di KPRM berasal dari program studi PGSD” mengklarifikasi pendapat Herendoli. Bawotong sempat menjadi anggota KPRM Unima selain melakukan sosialisasi juga melakukan prosesi pemilihan anggota DPM Unima di FIP.

Komentar keras juga datang dari ketua BEM FIP Ronald Lotulung yang mengatakan bahwa statement Herendoli tersebut mendiskreditkan KPRM Unima sebagai pelaksana pemilihan raya, khususnya anggota KPRM Unima utusan FIP. “Memang ini statement mendiskreditkan KPRM Unima sebagai pelaksana pemilihan raya, khususnya personel KPRM utusan FIP” ujar Lotulung. Beliau juga mengungkapkan bahwa sarana sosialisasi yang paling sering digunakan di FIP adalah papan pengumuman dan KPRM Unima menempel sosialisasi di papan pengumuman sejak Juni- Agustus 2011 dan juga mempertanyakan apakah ketua Himapro PGSD rajin update info di papan pengumuman atau tidak. “Setahu saya, sarana sosialisasi yang paling sering digunakan di FIP adalah papan pengumuman. KPRM Unima tempel sosialisasi itu sejak Juni-Agustus 2011 karena pemilihan di FIP yang tertunda. Yang dipertanyakan apakah ini ketua Himapro PGSD rajin update info di papan pengumuman atau tidak”. Lotulung menambahkan bahwa “setahu saya, personel KPRM utusan FIP Frengky Bawotong pernah minta bantuan pada Herendoli untuk bantu saat pemilihan raya di FIP yang menandakan Herendoli tahu soal pemilihan raya tersebut”.

Kontras antara pernyataan Herendoli yang mengatakan bahwa tidak ada mahasiswa PGSD yang turut serta terlihat pada calon anggota DPM Unima yang mendaftar di KPRM. Dari quota empat kursi untuk FIP, yang mendaftar ke KPRM Unima ada lima mahasiswa yaitu Stenly Lahinda, Elfa Montolalu, Archelaus Maningkelo, Shinta Karisoh, dan Wittny Warouw. Kelima calon anggota DPM Unima dari FIP tersebut berasal dari program studi PGSD. “Saya curiga ini ketua Himapro PGSD Cuma cari sensasi” tutur Lotulung.




Laporan oleh: Leon Manua

Posting Komentar

0 Komentar