Lagi, Mahasiswa Unima Ukir Prestasi Pada Konferensi Nasional Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara 2012



TONDANO – Kegiatan Konferensi Nasional Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Tahun 2012 yang diselenggarakan oleh Forum Studi Kebijakan Universitas Indonesia pada 5 – 9 Maret 2012 lalu menorehkan prestasi dan semangat baru bagi mahasiswa Unima khususnya program studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial.

Konferensi yang dihadiri oleh 23 perwakilan perguruan tinggi se-Indonesia ini bertempat di kampus Universitas Indonesia dengan mengangkat tema “Mencegah Stagnasi Dengan Inovasi Dalam Rangka Pembangunan Regional Di Indonesia” dan subtema “Penyelenggaraan Kerja Sama Antara Daerah, Inovasi Pelayanan Publik, Dan Community Development.  Acara di isi dengan beberapa seminar nasional dan lomba penulisan karya ilmiah serta sesi diskusi dalam memecahakan berbagai macam persolan bangsa.

Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himapro) Ilmu Administrasi Negara, Fernando Lompoliuw mengatakan bahwa dalam kegiatan ini mahasiswa Unima mendapat penghargaan dalam penulisan paper tentang penyelenggaraan kerjasama antar daerah. “kontingen kami mendapat penghargaan dalam penulisan paper tentang penyelenggaraan kerjasama antar daerah” ungkap Lompoliuw. Selain itu kontingen Unima juga mendapat kehormatan sebagai pembicara dalam penyampaian rekomendasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) yang dibawakan oleh Saba.

Saat dihubungi Unima_Cyber via jejaring siosial, Saba menerangkan bahwa kegiatan ini bisa memberikan pengetahuan serta jaringan sesama mahasiswa Ilmu Administrasi Negara se-Indonesia. Tambahnya lagi “dengan adanya kegiatan ini bisa menunjukan eksistensi Unima dalam kegiatan tingkat nasional. Format gerakan baru dalam kemahasiswaan diharapkan sinergis antara gerakan kultural (parlementer jalanan) dan gerakan struktural (diplomasi)”.

Dalam rekomendasi hasil konferensi akan ditindaklanjuti di daerah. Dalam waktu dekat ini kami akan melaksanakan seminar untuk membahas persoalan-persoalan ditingkatan lokal untuk direkomendasikan kepada pemerintah daerah dan stakeholder yang terkait” pungkas Lompoliuw didampingi Saba. “Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat, Jayalah Indonesiaku” tegas Lompoliuw dan Saba.

Laporan oleh: Leon Manua

Posting Komentar

0 Komentar